Hitman System - Solusi Romansa & Anti Jomblo

March 9, 2006

Kenapa kamu (terus) jomblo?

Filed under: Uncategorized

Apa yang kamu akan baca berikut ini mungkin
akan menjadi satu titik tolak terpenting dalam
sepanjang hidupmu nantinya.

Kalau saya jadi kamu, saya akan memastikan
selama lima menit ke depan saya benar-benar
berfokus membaca artikel ini, tidak sambil
mengerjakan apapun.

Lima menit saja, bahkan mungkin kurang dari
itu. Saya berjanji kamu akan mendapatkan lebih
dari sekedar kehilangan waktu lima menit.

Saya sering bertemu dengan cowok-cowok yang
mengeluh tentang kejombloan mereka. Dan kalau
saya menyebutnya ‘mengeluh’, mungkin itu
terkesan biasa-biasa saja.

Yang benar adalah mengembik, meraung dan
melonglong seperti serigala kesepian.

Ya, saya sering melihat cowok-cowok seperti
itu. Mereka biasanya menghabiskan waktu untuk
berkumpul dengan gerombolan jomblonya dan
berbicara tentang nasib yang tidak adil,
mengapa dilahirkan seperti ini dan itu, serta
blablabla lainnya.

Saya tidak tahu apakah kamu termasuk bagian
mereka, tapi jika kamu mendapati diri terus
membaca email ini sekarang, saya merasa yakin
kamu pasti sedikit banyak mengalami kejadian di
atas.

Cowok-cowok yang kesepian dan nyaris putus asa.
Kamu tahu apa yang sebenarnya menjadi masalah
mereka?

Bukan nasib mereka yang malang. Bukan stok
cewek-cewek yang menipis. Bukan persaingan
cinta yang ketat.

Tapi karena mereka tidak melakukan apa-apa.
Mereka terus membicarakan tentang nasib mereka,
mengkritik cewek, dan keluhan-keluhan lainnya
karena itu membuat mereka merasa sedang
melakukan sesuatu untuk mengakhiri
kejombloannya.

Mereka senang sekali membual tentang kemalangan
mereka.

Saya tahu persis karena saya pernah
mengalaminya. Dulu saya berpikir jika saya
terus mendiskusikannya, maka, entah dengan cara
yang ajaib, saya akan mendapatkan cewek yang
saya inginkan.

Perlu waktu berbulan-bulan bagi saya untuk
mengetahui bahwa itu salah. Saat itu, saya
menyia-nyiakan banyak waktu dengan merencanakan
dan membayangkan saja.

Bermimpi, tanpa benar-benar melakukan tindakan
yang nyata. Satu-satunya hal nyata yang saya rajin
lakukan adalah menyampaikan rencana dan
bayangan itu kepada banyak orang.

Saya sadari kemudian, itu pun bukan tindakan nyata.
Itu memang lebih nyata dari sekedar bermimpi,
selangkah maju sedikit. Tapi namanya menyampaikan
mimpi.

Tetap bukan tindakan yang nyata.

Karena itu, saat ini saya merasa sangat merasa
geram dan terbeban untuk menyatakan, “Hei,
cowok-cowok, berhenti bermimpi dan menyampaikan
mimpi!”

Jika kamu merasa bingung mengapa semua teman-
temanmu berhasil mendapatkan cewek, sementara
kamu tidak, maka kamu harus melakukan lebih
dari sekedar bertekad melakukan sebuah
perubahan.

Saat pertemuan pertama dengan Bleu di Pizza Hut,
dia tidak lebih dari gumpalan besar mimpi. Ia
tergila-gila dengan seorang cewek yang ia kenal
dan berharap Hitman System dapat membantu
mewujudkan impiannya tersebut.

Saya harus akui kami sedikit kebingungan harus
memulai dari mana, karena Hitman System sama
sekali tidak bekerja seperti itu.

Namun terlepas dari impiannya yang saat itu
masih belum selaras dengan landasan workshop,
Bleu berhasil melakukan hal yang penting: dia
berhenti sekedar bermimpi dan berusaha sekuat
tenaga untuk menemukan solusi.

Seperti kamu baca selama ini, Hitman System
hanya menyaring tiga orang dari seluruh
aplikasi yang masuk. Tiga orang yang dipilih
berdasarkan kriteria yang kami sudah tetapkan.

Tiga orang yang kami persiapkan untuk melompat
tinggi seperti seorang pejantan tangguh. Tapi
yang mengerikan, hanya satu orang saja, Bleu,
yang hadir pada hari workshop!

Ini sangat kurang ajar. Kami tidak menyangka
kedua peserta lainnya akan melakukan hal itu,
khususnya setelah mereka lebih dari tiga kali
menyatakan konfirmasinya.

Masih ingat mengapa cowok jomblo dan terus
jomblo? Karena mereka tidak melakukan apa-apa.

Kedua cowok yang tidak menepati janji
keikutsertaan itu semakin membuktikan bahwa
mereka tidak memiliki nilai apa-apa selain
mimpi dan mulut yang besar.

Bagaimana mereka berharap untuk menjalani
hubungan dengan cewek, jika janji mereka
sendiri (yang bahkan dikonfirmasi sebanyak tiga
kali!) tidak dapat mereka tepati?

Bagaimana mereka dapat dilihat sebagai cowok
bernilai tinggi, jika mereka tidak dapat
menghargai ucapan mereka sendiri?

Ada dua cara belajar sesuatu. Pertama, melihat
contoh teladan dan mengikutinya. Kedua, melihat
contoh buruk dan menghindarinya.

Hari ini, kamu melakukan cara yang kedua.

Saya perkenalkan cowok-pemimpi pertama:
Stefanus Dimas Raditya, usia 19 tahun, bekerja
sehari-hari sebagai operator, nomor HP
081510685322, email just4stay_fun@yahoo.co.id.

Simak alasannya mengikuti workshop, “Hitman
system bagi saya merupakan suatu terobosan baru
untuk meningkatkan kualitas hidup. Terlebih,
saya selalu menjadi pengagum wanita saja tanpa,
bisa mendekati dan hanya bisa memebayangkan
saja. Oleh karena itu Hitman system adalah
kesempatan bagi saya agar transformasi bisa
terjadi pada diri saya. Sebelum dan sesudahnya
saya ucapkan terima kasih.”

Cerdas bermimpi, lugas berbicara, namun tidak
serius mengerjakannya. Nol besar.

Selanjutnya, cowok-pemimpi kedua: Roy Siregar,
usia 34 tahun, bekerja sehari-hari sebagai
karyawan swasta, nomor HP 081380301066, email
siregar_roy@hotmail.com. Alasan mengikuti
Hitman System, “Untuk mendapatkan pasangan
hidup karena di usia yang sudah mulai rawan
sulit mendapatkan pasangan hidup.”

Menginginkan pasangan hidup? Mimpi yang indah,
bung, dan teruslah bermimpi.

Kami biasanya tidak melakukan hal seperti di
atas, tapi rasanya ini pas sekali dengan apa
yang saya uraikan semenjak awal.

Stefanus Raditya dan Roy Siregar. Dua cowok
kesepian dan (nyaris) putus asa yang terus
mengembik, meraung, melonglong mengasihani
diri, tanpa berbuat apa-apa.

Menyedihkan dan tidak bertanggungjawab.

Tidak hanya itu, mereka juga sudah menghabiskan
waktu kami yang berharga, karena keikutsertaan
mereka seharusnya bisa dialihkan kepada
pendaftar workshop lainnya. Benar-benar kurang
ajar.

Saya berani taruhan seandainya kedua cowok itu
pernah menjalani hubungan romance sebelumnya,
pasti itu berakhir karena mereka tidak bisa
menunjukkan sikap yang dewasa dan patut
dikagumi.

Kamu harusnya bisa melihat Bleu selama dua hari
workshop itu. Bagaimana dia mengalami
transformasi besar-besaran, menciptakan karakter
yang sangat bernilai tinggi.

Hari Minggu lalu saya sempat bertemu dengan
Bleu lagi dan dia menceritakan beberapa cerita
sukses yang didapatkannya sesuai pelatihan.
Kamu akan mendengar kisahnya nanti.

Benar-benar menambah semangat.

Pelajaran apa yang kamu dapatkan hari ini?
Berhenti mengembik, meraung, dan melonglong.
Lakukan sesuatu sekarang juga. Ada banyak cara
untuk menyelesaikan masalah kesepian-
kejombloanmu, dan salah satunya adalah melalui
Hitman System.

Saya dan para instruktur lainnya sangat
bersemangat untuk membantumu keluar dari
kesengsaraan itu.

Workshop Hitman System berikutnya dijadwalkan
bulan depan. Tapi sampai saat itu, jangan ragu
mengirimkan email berisi keluhan, kegagalan,
atau keputusasaanmu dalam mendekati cewek ke
alamat kami: hitmansystem@gmail.com.

Kami menjamin akan menjawab semua pertanyaan
dengan cuma-cuma. Ini adalah komitmen kami.

Sahabatmu,
Lex

Google Groups Subscribe to Hitman System
Email:
Browse Archives at groups.google.com

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://hitmansystem.blogsome.com/2006/03/09/10/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham