Coba jawab, apakah kamu cowok cacat?
Mengapa bagi banyak cowok, sulit sekali untuk
membuka pembicaraan dengan seorang cewek,
apalagi jika itu cewek yang cakep dan sangat
tipenya?
Karena cowok-cowok demikian berpikir dengan
paradigma yang cacat.
Semenjak kecil, kita cowok-cowok selalu
diajarkan untuk memperlakukan cewek dengan
sikap tertentu, seperti menghormati, jangan
kasar, dsb.
Kita sesama cowok boleh bercanda saling
memukul, tapi jika berhadapan dengan cewek,
kita diharuskan untuk menjadi lebih halus dan
pengertian.
“Cewek adalah makhluk yang lembut, harus respek
dong..” begitu biasanya ajaran dari orangtua
kita.
Cewek diberikan perhatian yang lebih. Dari
orangtua. Dari lawan jenis. Dari media. Dari
pecinta seni. Dari ilmuan. Dari siapapun.
Mereka selalu mendapat posisi yang spesial
dalam setiap interaksi sosial. Nilai mereka
seolah-olah lebih tinggi dibandingkan cowok.
Mereka diposisikan menjadi ‘tuan’ atas
kejantanan kita. Nasib kelangsungan hidup dan
keturunan kita berada di tangan mereka.
Apa konsekwensinya? Kita, cowok, wajib bermain
sesuai dengan permainan mereka.
Ijinkan saya bercerita sejenak.
Saya rajin tanding basket ketika SMA dulu.
Kadang ada tim cewek yang mau ikut tanding, dan
saya ingat jelas kita cowok akan langsung
mengubah tempo dan jenis permainan demi tim
cewek itu!
Jika tim cowok sedang offense, kami berebutan
jadi jagoan lapangan, mulai dari pamer three-
point sampe ribuan manuver drive-in yang
berlebihan.
Sebaliknya jika tim cowok sedang defense, kami
akan menjaga dengan lapang, senyum-senyum
bercanda, meledek dan menggoda. Dengan
bermacam-macam cara, kami akan membuat tim cewe
itu berhasil memasukkan bola ke keranjang.
Berusaha membuat mereka senang. Menang atau
kalah tidak penting, yang penting membuat
mereka jadi senang.
Kamu pasti pernah, atau mungkin masih,
mengalami cerita serupa.
Kita tidak menyadari bahwa dari kecil diajari
untuk memandang cewek sebagai ciptaan khusus
yang berada setingkat di atas cowok.
Semakin cakep dan menarik cewek itu, semakin
tinggi tingkatnya dibandingkan dengan cowok.
Paradigma itu yang dikemudian hari membuat kita
menjadi cacat.
Ketika kamu kebingungan mencari topik untuk
berbicara dengan seorang cewek cakep, sadarkah
bahwa sebenarnya kamu sedang berpikir cara
untuk berusaha meraihnya, menyenangkan dirinya?
Kamu sedang berusaha keras untuk mencari sebuah
jalan masuk: Bagaimana cara memulai pembicaraan
yang spesial dengan topik yang spesial karena
cewek adalah makhluk spesial yang hidup di
dunianya yang spesial juga.
Semakin lama kamu memikirkannya, semakin
spesial cewek itu rasanya. Dan semakin dia
terasa spesial, jadi semakin lama lagi kamu
akan memutar otak mencari cara yang lebih
spesial dari sebelumnya.
Sampai akhirnya kamu kehilangan kesempatan itu
karena dia sudah pergi atau didatangi oleh
temannya.
Itu paradigma yang cacat.
Saya banyak bertemu dengan cowok yang berkata,
“Kok gue berasa lemah banget ya kalo lagi
begitu?”
Sederhana.
Karena kamu sedang kehilangan semua hakekat
kepribadian seorang cowok!
Ketika melihat cewek cakep, dalam sekejab kamu
membuang semua sikap yang kamu, seorang cowok,
lakukan sehari-hari.
Kamu menghapus dirimu yang sebenarnya dan
mati-matian berusaha memasang gambar yang kamu harap akan
disukai oleh cewek tersebut.
Wajar kamu menjadi panik dan kebingungan harus
melakukan apa-apa.
Lalu apa yang harus kamu lakukan?
Yang paling pertama adalah membuang pemikiran
yang membuatmu cacat dan teracuni itu.
Cewek tidak bernilai lebih daripada cowok.
Cewek tidak memiliki posisi di atas cowok.
Kalaupun ada posisi yang dominan, maka
seharusnya cowoklah yang menguasai cewek.
Bukan sebaliknya.
Ini sepertinya hal yang sederhana, tapi perlu
waktu lama bagi saya untuk benar-benar
memahaminya.
Saya harus mengalami proses detoksifikasi
(pembuangan racun) yang berjalan berbulan-
bulan, lewat berbagai bacaan, seminar, dan
pengalaman.
Bagaimana proses detoks-nya? Hitman System.
Dalam workshop, saya akan membukakan
semua intisari ajaib yang saya dan instruktur
lainnya telah kumpulkan dalam berbulan-bulan
pengalaman tersebut.
Kalau kamu benar-benar ingin menghentikan
kecacatan berpikirmu selama ini dan mencetak
sebuah kemajuan yang pesat, pastikan kamu ikut
di workshop Hitman System berikutnya diadakan
bulan April 2006.
Daftarkan dirimu sekarang, dan nantikan
kelanjutan info di milis ini.
Sahabatmu,
Lex
|
Subscribe to Hitman System | |
| Browse Archives at groups.google.com | ||


Saya seorang cewek, setelah membaca artikel diatas saya merasa ada sisi negatif dari workshop ini, sepertinya ini sebuah workshop yang mengajarkan untuk menghalalkan menjadi seorang playboy itu tidak apa-apa. Berdasarkan pengalaman saya sendiri dan juga cewek-cewek lain (dan juga survey di majalah wanita terhadap pria) setelah membaca email dibawah, cowok-cowok malah merasa tidak suka kalau sang cewek mengejar mereka. Jaman sekarang kan sudah nggak aneh lagi kalau cewek yang berusaha mengejar sang cowok. Tapi kebanyakan dari cowok, lebih suka kalau mereka yang berusaha mendapatkan cewek bukan sebaliknya, walaupun di jaman sekarang ini yang modern.
Kami sebagai cewek tidak pernah merasa kami adalah makhluk yang lebih spesial daripada cowok. Kami malah merasa dunia ini maskulin, apa-apa berhubungan dengan laki-laki dianggap universal, sehingga jika ada satu hal yang membahas khusus tentang wanita dianggap khusus atau dianggap mengistimewakan wanita. Padahal sebetulnya media saja yang membuat seolah-olah wanita itu istimewa, hal-hal yang berbau wanita lebih istimewa daripada pria dan bisa dijual. Tapi kami sebagai wanita kami tidak mempermasalahkannya selagi kami bisa berkarya dan karya kita mempunyai nilai.
Kaum wanita sendiri seringkali merasa gugup kalau bertemu dengan pria yang cakep atau ganteng, nggak hanya kaum pria saja yang merasa gugup kalau bertemu wanita cantik. Itu bukan berarti adanya cacat di diri wanita atau pria itu atau pendidikan yang mengkondisikan wanita adalah makhluk yang paling istimewa di dunia. Barangkali ini terjadi karena cara media saja yang selalu menampilkan wajah-wajah yang cantik dan rupawan sebagai makhluk yang istimewa.
Bagaimana kalau ada sebuah ajaran yang mengajarkan kalau menjadi seorang Don Juan itu tidak apa-apa? Bagaimana juga kalau ada sebuah ajaran yang mengajarkan menjadi playgirl juga bukan masalah?
Kami sebagai wanita tidak merasa kami harus dikejar-kejar untu mendapatkan kami. Kalau kami merasa cocok dengan pria itu kami pasti langsung mau
. Wanita kan menilai pria bukan dari fisiknya, tapi dari hatinya dan sifatnya, oleh karena itu wanita merasa butuh waktu lama atau pendekatan yang lebih lama untuk menerima pria menjadi pasangannya, sehingga mungkin bagi sebagian laki-laki, wanita sukanya dikejar.
Lebih baik kita jujur saja pada diri kita sendiri. Kita nggak perlu menjadi seorang Don Juan atau playgirl untuk bisa menarik perhatian lawan jenis atau mencari pasangan. Bagaimana kita bisa menghargai lawan jenis, memahami komunikasi yang baik serta bagaimana menjadi pasangan yang baik bagi pasangan kita nanti/sekarang, dan bagaimana cara menemukan /mencari pasangan yang baik itu cara yang terbaik untuk mencari pasangan kita,our soulmate.
Salam hangat,
Mawar
Comment by Mawar — March 15, 2006 @ 7:07 am
to mawar, gue dari dulu dikasi taunya begitu dan guess what? I’ve never got any real relationship karena punya mindset yang begitu. gue selalu berbuat seperti apa yang cewe mau dan lu mau tau apa yang terjadi… mereka meninggalkan gue seperti sampah! cewe itu bener2 ga ngerti apa yang mereka mau dan terus terang sepertinya lu pun ga tau apa yang lu mau dari seorang cowo. Dunia ini maskulin? sejak dulu cewe itu yang mengganggu kemaskulinan dunia itu, tau ceritanya cleopatra dan caesar? tau ceritanya gunung tangkuban perahu? semua itu menyatakan ga peduli seberapa kuat seorang lelaki, dihadapan seorang wanita yang dicintainya dia rela menghancurkan apa saja termasuk dirinya sendiri dan lu masi bilang dunia ini dunia maskulin. tanya sama orang2 yang jomblo diluar sana, mending mana dipalak atau berhadapan ama seorang cewe yang dia suka, yang selalu bikin dia panas dingin ketika bertemu.
Comment by Bleu — March 18, 2006 @ 3:00 am
Tapi menurut saya, dari gaya bahasa di artikel-artikel ini maupun di email, sepertinya anda menganggap bahwa cowok harus mengalahkan cewek (dalam hal relationship)atau dengan kata lain cowok yang pegang kendali.
Sebagai contoh email Mon, 20 Mar 2006 (Fwd: FWD: Apakah saya harus merubah kepribadian demi dapat cewek?), Si penanya menanyakan: “…So gue bingung gimana cara jawabnya supaya dia bisa berubah pikiran dan kembali ngejar gue. Saran please.”
Anda menjawab: “…Jadi saya hanya akan menjawab pertanyaanmu yang kedua, yakni cara ampuh membuat si cewek rese itu mengejarmu kembali.”
Si penanya sama sekali tidak menyebut cewek yang dia ceritakan dengan sebutan “cewek rese”, tapi anda menganggap dan menyebut cewek yang penanya ceritakan itu cewek rese.
Itu yang saya rasa anda dan HITMAN Training ini menganggap cewek adalah makhluk yang harus benar2 dikalahkan dalam relationship cewek dan cowok. Padahal dalam relationship, kedua pasangan harus saling menghargai, tidak ada salah satu paling dominan. Tp dua duanya saling mengisi kekurangan dan kelebihan pasangannya.
Saya tahu apa yang saya mau dari pasanga saya, kami berdua ingin dalam hubungan kita ada kejujuran dan keterbukaan.
Kalau kata anda wanita yang menganggu kemaskulinan dunia, dengan menganalogikan cerita cleopatra dan caesar, dimana seberapa kuat pria itu, tp dihadapan wanita yg dicintainya dia bisa menghancurkan dirinya.Wanita juga bisa begitu.. Sebagai contoh ada wanita yang rela dimadu hanya supaya dia bisa tetap bersama pria yang dia sayangi. Atau wanita itu akhirnya rela diceraikan pasangannya, karena pasangannya mencintai wanita lain. Wanita juga bisa menghancurkan dirinya sendiri ketika mengalami konflik cinta, rela menggugurkan kandungannya (merusak dirinya sendiri) karena si pria menolak bertanggung jawab, atau belum siap kawin karena mengejar karirnya..seperti kasus teman saya sendiri. Setelah dia menggugurkan kandungannya 2 kali, si cowok akhirnya sekarang memutuskan dia dengan dalih ingin konsen di karirnya dulu.
Jadi saya rasa dalam hubunga cinta pria dan wanita tidak perlu ada istilah siapa yang memegang kendali dalam hubungan itu, tapi adanya komitmen yang benar-benar di jalankan, kejujuran, kepercayaan, saling menghargai dan saling menghormati.
P.S: Tidak hanya cowok yang tidak punya keberanian untuk mendekati cewek, tapi BANYAK JUGA cewek yang tidak tahu bagaimana memulai perkenalan, mendekati cowok, tidak PD.
Di majalah-majalah cewek, cewek biasanya membahasnya dengan bahsa positif (bagaimana cewek bisa memahami cowok: apa yang mereka suka/tidak suka dari cewek) tidak merendahkan pria. Tapi kalau disini cowok mengatasinya dengan merendahkan wanita, saya rasa.
Saya cuma berpesan supaya training HITMAN ini dilaksanakan tanpa ada tujuan merendahkan wanita, seperti yang saya rasakan dari gaya bahasa di artikel2 ini dan di email.
Salam,
Mawar
Comment by Mawar Mariska — March 22, 2006 @ 7:09 am
AKU GANTENG
Comment by roxi ganteng alias gondrong — June 26, 2008 @ 11:31 pm
buset comenttnya waw hmm kupikir cowk bkn diliat dr ganteng or fisiknya tp hati n perhatiannya tampan buat apa jk plyboy fisik kuat buat apa jk seorg homo jadi kupikir realistis aja jodoh tu adalah bagian dr kehidupan kita g bs menransir kek gmn orgnya kupikir smua tu realistisnya aja jg tergantung nasib n takdir masalah ganteng or fisik kupikir g jamin seorg cowk bs langsung bs dpt cewk wat koleksi well g jamin jaman skrg yg nmnya penampilan kkenya hihi
Comment by eline — January 20, 2009 @ 2:14 pm